Asal Muasal Penggunaan Kain Penutup Keranda

Kain Penutup Keranda Kain Lurup Jubah.

Sejarah Kain Penutup Keranda. Meskipun penggunaan keranda telah dimulai jauh sebelum peradaban manusia modern berkembang namun tetap saja masih terdapat beberapa perdebatan dikalangan ulama mengenai penggunaan kain penutup keranda yang dilengkapi dengan lafadz Allah dan ayat suci Al-Quran. Namun diantara perdebatan tersebut pada dasarnya kain penutup yang digunakan di atas keranda mayat memiliki tujuan yang baik di awal penggunannya. Sebab kain ini diperuntukkan untuk menutupi lekuk tubuh jenazah yang terlihat jelas karena hanya berbalut dengan kain kafan putih. Hal tersebut terutama diperuntukkan untuk jenazah wanita sehingga tubuhnya dapat tetap terjaga dari pandangan orang-orang yang tidak dikenal. Namun dalam artikel ini akan coba dikupas mengenai sumber ajaran penggunaan kain yang digunakan untuk menutupi keranda jenazah mayat.

Meskipun tidak terdapat hadits sahih atau yang dapat dibuktikan kebenarannya di dalam agama Islam yang berkaitan dengan penggunaan kain penutup keranda, namun salah satu kerabat Rasulullah pernah mengisahkan sesuatu mengenai hal tersebut. Hal ini ditemui dalam hadits riwayat Abdurrazaq di dalam prosesi pemakaman Sa’ad bin Mu’adz. Dikisahkan oleh Sa’ad bin Malik bahwa ketika jenazah sedang dimasukkan ke dalam liang lahat Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk membentangkan sebuah kain yang dapat menutupi jenazah. Hal tersebut dimaksudkan untuk menutupi bagian tubuh jenazah jika memang ada bagian yang tidak tertutupi dengan baik. Meskipun Rasulullah pernah memerintahkan hal tersebut namun hadits tersebut sampai saat ini juga masih perlu dibuktikan kebenarannya.

Namun terdapat sumber lainnya yang secara terang-terangan telah menggunakan kain penutup keranda pada prosesi pemakaman. Sumber tersebut berasal dari kitab madzhab Syafi’i yang memang digunakan dan diamalkan oleh sebagian besar pemeluk agama Islam di Indonesia. Dari madzhab tersebut memberikan pandangan bahwa menutupi keranda jenazah dengan menggunakan kain atau tikar merupakan sebuah sunnah yang boleh untuk dilaksanakan. Hal tersebut berlaku untuk jenazah laki-laki maupun perempuan. Berbeda dari pandangan tersebut salah satu madzhab yang populer di Saudi hingga Timur Saudi yaitu madzhab Hanbali. Dimana dalam madzhab tersebut menutupi keranda jenazah dengan kain atau tikar tidak dianjurkan untuk diterapkan baik pada jenazah laki-laki maupun jenazah perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *